Friday, June 17, 2011

Lebah Yang Istimewa

RASULULLAH SAW bersabda yang bermaksud: “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merosak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar).

Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat unggul. Sifat berkenaan membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun mereka dia berada, ke mana pun mereka pergi, apa yang mereka lakukan, apa peranan dan tugas apa pun yang mereka lakukan selalu membawa manfaat dan maslahat bagi manusia lain.

Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah, “Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”

Kehidupan ini agar menjadi indah, menyenangkan, dan sejahtera memerlukan manusia seperti itu. Menjadi apa pun, dia akan menjadi yang terbaik; apa pun peranan dan fungsinya maka segala yang dia lakukan adalah hal yang membuat orang lain, menjadi bahagia dan sejahtera.

Nah, sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Rasulullah SAW dengan penyataan dalam hadis di atas mengisyaratkan agar kita mencontohi sifat positif yang dimiliki oleh lebah.

Tentu saja, sifat itu sendiri memang adalah ilham daripada Allah SWT seperti mana yang Dia firmankan, “Dan Tuhanmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.

“Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat ubat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (Surah An-Nahl ayat 68-69).

Sekarang, bandingkan apa yang dilakukan lebah dengan apa yang seharusnya dilakukan seorang mukmin, seperti berikut: Hinggap di tempat yang bersih dan menyerap hanya yang bersih.

Lebah hanya hinggap di tempat-tempat pilihan. Dia sangat jauh berbeza dengan lalat. Serangga yang terakhir amat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat berbau busuk. Tapi lebah ia hanya mendatangi bunga-bungaan atau buah-buahan atau tempat bersih lainnya yang mengandung bahan madu.

Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah SWT berfirman yang bermaksud: “Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; kerana sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu. (Surah Al-Baqarah ayat 168).

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Surah Al-A’raf ayat 157).

Kerananya, jika ia mendapatkan amanah dia akan menjaganya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak akan melakukan rasuah, pencurian, penyalahgunaan sewenang-wenangnya, manipulasi, penipuan dan dusta.

Segala kekayaan hasil perbuatan tadi adalah khabaits (kebusukan). Mengeluarkan yang bersih. Siapa yang tidak kenal madu lebah. Semuanya tahu madu mempunyai khasiat kepada kesihatan manusia.

Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya madu itu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Dia produktif dengan kebaikan, bahkan daripada organ tubuh yang pada binatang lain hanya melahirkan sesuatu yang menjijikkan ditemukan pula produk lebah selain madu yang juga diyakini mempunyai khasiat tertentu untuk kesihatan: air liurnya!

Seorang mukmin adalah orang yang produktif dengan kebajikan. “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan buatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (Surah Al-Hajj ayat 77).

Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah diwakili dengan kalimat “rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum).

Al-khair di dalam ayat itu bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan manusia dan makhluk lainnya. Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan.

Hatinya jauh daripada prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik perilakunya tidak menysahkan orang lain melainkan malah membahagiakan; hartanya bermanfaat bagi banyak manusia; kalau dia berkuasa atau memegang amanah tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar manfaat manusia.

Tidak pernah merosak seperti yang disebutkan dalam hadis yang sedang kita bahas ini, lebah tidak pernah merosak atau mematahkan ranting yang dihinggapi.

Begitulah sifat seorang mukmin. Dia tidak pernah melakukan kerosakan dalam hal apa pun: baik material mahupun bukan material. Bahkan dia selalu melakukan kebaikan terhadap orang lain. Dia melakukan kebaikan akidah, akhlak, dan ibadah dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu. Jika kerosakan terjadi akibat rasuah, ia perlu membanterasnya kemudian menjauhi perilaku buruk itu. Berbalik kepada lebah, ia serangga yang kuat bekerja.

Ketika muncul pertama kali dari biliknya (menetas), lebah membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu.

Begitulah, hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan umat mukmin untuk bekerja keras? “Maka apabila kamu selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (Surah al-Insyirah ayat 7).

Kerja keras dan semangat pantang undur itu lebih dituntut lagi dalam upaya menegakkan keadilan. Meskipun memang banyak yang cinta keadilan, namun kebanyakan manusia kecuali yang mendapat rahmat Allah- tidak suka jika dirinya “dirugikan” dalam menegakkan keadilan. Bekerja secara berkumpulan (jama’i) dan tunduk pada satu pimpinan. Lebah selalu hidup dalam kelompok besar, tidak pernah menyendiri.

Mereka pun bekerja secara kolektif dan masing-masing mempunyai tugas sendiri. Ketika mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk memanggil teman-temannya untuk membantu dirinya.

Itulah seharusnya sikap orang beriman. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kukuh.” (Surah Ash-Shaff ayat 4).

Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu. Lebah tidak pernah memulakan serangan. Ia akan menyerang ketika terasa terganggu atau terancam. Untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin: musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari. Itulah beberapa karakter lebah yang perlu dicontohi orang beriman. Bukanlah sia-sia Allah menyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam al-Quran sebagai salah satu nama surah: An-Nahl. - Petikan: myMetro Sabtu 23 April 2011

Monday, June 13, 2011

HIKMAH

The Elegant Hijab




The pea is a splendid plant. It proudly displays its strong green Hijab. It protects it from the hot and cold weather and guards it from insects. Allah has blessed the pea with a special Hijab, because without it, the seeds would scatter, dry up and die.



The orange keeps itself within its shiny orange Hijab to protect its delicious fruit. Otherwise it loses its taste too.



So are the banana, the coconut and the pomegranate. Each one has an elegant and unique Hijab, which protects it from disease and destruction.



The jewel of the sea, the pearl, has been given a very tough and rugged Hijab - oyster shell. It protects it from sea animals and keeps it sparkling and shining inside.

However, the most beloved of Allah in all His creation is the Muslim girl who wears the Hijab. She knows it is a gift from Allah. It protects her from harm, injury and mischief. She wears it knowing it gives her dignity, beauty and respect. So precious she can be that she hides herself beneath her Hijab.

Do you wear a Hijab? Give it a try today

"And say to the faithful women to lower their gazes, and to guard their private parts, and not to display their beauty except what is apparent of it, and to extend their headcoverings (khimars) to cover their bosoms (jaybs), and not to display their beauty except to their husbands, or their fathers, or their husband's fathers, or their sons, or their husband's sons, or their brothers, or their brothers' sons, or their sisters' sons, or their womenfolk, or what their right hands rule (slaves), or the followers from the men who do not feel sexual desire, or the small children to whom the nakedness of women is not apparent, and not to strike their feet (on the ground) so as to make known what they hide of their adornments. And turn in repentance to Allah together, O you the faithful, in order that you are successful" (Al Quran An-Nur:31)

"O Prophet! Say to your wives and your daughters and the women of the faithful to draw their outergarments (jilbabs) close around themselves; that is better that they will be recognized and not annoyed. And God is ever Forgiving, Gentle." (Al Quran Al-Ahzab:59)

Tuesday, May 24, 2011

FIQH

Cium Jenazah Membatalkan Wudhuk?

Soalan:

saya dah cuba selak-selak dalam forum/soal jawab yang lepas tapi tak jumpa pulak persoalan saya ni, minta kelapangan sahabat untuk merungkaikan masalah saya.
masalah: orang yang bukan muhram mencium mayat apakah membatalkan wudhuk mayat? dan apakah yang perlu dilakukan sebenarnya.
sekian, wassalam.


Jawapan:

بسم الله
والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه أما بعد

- Jumhur ulama berpendapat tidak batal wudhuk dengan sebab sentuhan antara lelaki dan wanita ajnabi. kalau masa hidup pun tidak batal wudhuk, maka lepas mati pun lebih aula tidak batal.

- Bagi yang berpegang hukum batal wudhuk jika bersentuhan lelaki dan wanita, seperti mazhab Syafie, maka pendapat yang muktamad dalam mazhab ialah: tidak wajib diulangi wudhu’ si mayat tersebut. Malahan, jika keluar najis daripada kemaluan mayat pun, tidak wajib diwudhukkan mayat itu, memadai dengan membasuhnya sahaja.

rujukan:
-Majmuk Nawawi 5/177.

Wallahu A’lam.

Doa

Selalu diperhatikan doa yang dipohon seolah-olah tidak diperkenankan oleh Allah. Adakah itu tanda doa ditolak?. Sebenarnya, doa manusia yang mencukupi syarat diperkenankan oleh Allah dalam tiga bentuk:


  1. Diperkenankan doanya ketika di dunia, dengan diberikan apa sahaja hajatnya.
  2. Doanya telah diperkenankan, tetapi hajatnya itu disimpan dan akan diberi di hari akhirat.
  3. Doanya telah diperkenankan, tetapi bukan dengan diberikan apa yang diminta, tetapi dengan cara diselamatkan dirinya dari bala bencana.



Daripada Abi Sa'id, sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam : "Tidak ada seorang pun muslim yang berdoa kepada Allah Azza wa Jalla, dengan doa yang tidak berunsurkan maksiat atau memutuskan hubungan darah, melainkan diperkenankan oleh Allah salah satu antara tiga : samada dipercepatkan doanya di dunia, atau disimpan untuknya di hari Akhirat, atau dihindari daripada dirinya satu keburukan seumpamanya".

Apabila para sahabat mendengar ucapan baginda itu, mereka lantas berkata : "Kalau begitu Rasulullah, kita perlu banyakkan berdoa!". Kata baginda : "Demi Allah, banyakkanlah berdoa".(Riwayat Ahmad)

Justeru, manusia selalu tidak menyedari, doanya telah diperkenankan oleh Allah, tetapi dalam bentuk lain. Dia perlu meyakini apa yang ditentukan oleh Allah itulah yang terbaik untuk dirinya di dunia dan akhirat.

Thursday, May 19, 2011

Top Time Management Tips for Teachers

Inevitably, teachers always seem to have more to do than there are hours in the day. Follow these steps to minimize wasted hours and get some of your personal time back.
Difficulty: Average
Time Required: 15-30 minutes

Here's How:

  1. Make a list of all the things that you need to get done in a given time period (day, week, month, etc.)
  2. Realistically approximate the amount of time each task will take to complete.
  3. Factor in easily overlooked tasks, such as transportation time and preparation.
  4. Eliminate any non-essential items.
  5. Prioritize the tasks in order of importance and urgency.
  6. Set about accomplishing these tasks as soon as possible, avoiding procrastination.

Tips:

  1. Don't feel bad saying "no" to requests for you time that will just add extra stress to your life.
  2. Learn from colleagues and web sites to see how others have successfully managed their time.
  3. Remember: The basis of effective time management lies in the fact that we cannot accomplish every single thing that we would like to accomplish.

What You Need:

  • Note paper
  • Calendar
  • To Do List

How to remember facts fast and easy

I know that most of us have problems remembering facts and statistics especially as we are studying for our exams be it minor or major exams. Or probably, we tend to forget what we learnt from from the first few chapters as we go on to study the last few chapters. Hence, in this article I would like to share a few tips and methods on how to remember facts and points in a fast and concise manner (Since I have been doing a lot of memory work since I was 7, the following methods which I am going to share will be the ones which I have already tried and tested and they are proven to have worked for me.)

Things You Will Need

Ok. So here's what you will need: 1) A condusive place to study (preferably somewhere quiet for people who can't handle distractions every now and then.) 2) A considerable amount of time before your exams commence - Say, 1 to 2 months minimum depending on how much facts you will have to remember. The more facts, the more time you have to set aside for study. Remember: Success does not come without effort! So be prepared to sacrifice! 3) Rough papers or note books on which you will write your stuff on. (I normally use foolscap papers for my notes and writings.) 4) A voice ( you will know what it is for later.) 5) Patience and determination (these are VERY IMPORTANT!)

Step 1

Open your textbook or lecture notes on the topic(s) that you are planning to study for on that day. Read through briefly on the important points which are emphasised for the topic. It will help if there is a list of objectives which are supposed to be met at the end of every chapter. This will help keep your mind alert on which important points to look out for. When you're done with this, take out your rough papers (or whatever you can use to write on) and write the important points again and again several times on that piece of paper. After about 5 to 7 times writing (maybe more, maybe less depending on each individual), you will find that somehow the facts just 'stick' onto your brain.

Step 2

If you are more of an auditory or verbal kind of person, then after writing down your notes/points as in step one, say them out loud! After saying them a few times, try not to look and say it out loud again. You should be able to get it after a few tries. Do make sure that you have a glass of water in front of you as you will need them to wet your throat every now and then. *Tip: It will help a lot if your notes and concise and colourful. Draw a few patterns or change colours for different points and sub-points.

Step 3

If both those methods do not work, then, probably you are a visual kind of person. What I usually do if I am too lazy to recite and write down my stuff again and again, I will make things more fun by drawing! However, here's the catch, to make this method more effective, you have draw the pictures which relates to your facts adjacent to and TOUCHING each other! This is especially helpful for subjects like history and geography where sequencing is important. By drawing the pictures in this manner, I found that it somehow forces your mind to link the first object to the second one and the second to the third one and so on and so forth. Eg: If you are trying to remember that: "Everyday, after John wakes up in the morning, he goes to the toilet to brush his teeth. After which, he goes down to have his breakfast which usually consists of bread and egg...." You can draw: A toothbrush followed by a bread and egg stuck on its brushes (or whatever you can think of but make sure the sequence is there as it is the most important!) You can think of other creative ways to draw the picture too! Try it! *Note: If your facts come in a specific sequence, be sure to draw your pictures in sequence too!

Step 4

Next, for people who learns through music, you can compose your own 'lyrics' by using the facts and stuff in your studying material. After which, find a familiar melody you know which matches with those 'lyrics' you have written. This may take some time but quite fun if you have the time to do it. Once, I did one with the 'twinkle-twinkle little star' melody. I still remember it up till today!

Step 5

Finally, is the utilisation of mnemonics. From the various points contained in your facts, pick out the one word from each main point and make use of the first letter to create a word or a sentence. It will be best if it's something ridiculous as it will help your mind to remember it more.

There you go. Five methods of memorising and remembering facts! Remember to maintain your patience while trying to memorise stuff especially if you are a first-timer. What I found out is that, this memorising thing will get so much easier after a few successful tries as your brain is somehow used to it already. Do not stick to one method if you are sick of it, try other methods as well! Who knows, the 'newer' method may suit you better? GOOD LUCK!

Tips & Warnings

PATIENCE, PATIENCE, PATIENCE!

Thursday, March 24, 2011

ADAB-ADAB MENUNTUT ILMU

TANYALAH DIRI ANDA....
ADAKAH ANDA BERADAB DENGAN GURU ANDA???
TEPUK DADA TANYALAH HATI...
JAWAB DENGAN JUJUR...
BILA HILANG BARAKAH MAKA SIA SIALAH USAHA ANDA...
SAMALAH KITA JAGA ADAB KITA DENGAN GURU MOGA ILMU YANG DIPEROLEHI MENDAPAT BERKAT DAN MANFAAT...
DUNIA AKHIRAT....

1. IKHLAS NIAT –
Kewajipan ke atas setiap musli
m di dalam memastikan niat ketika menuntut ilmu ikhlas kerana Allah dan bukannya untuk mencari habuan dunia yang sementara kerana Rasulullah S.A.W pernah memberi amaran yang mana Allah akan menyediakan tempat di dalam neraka bagi mereka yang menuntut ilmu untuk kesenangan dunia semata-mata tanpa memikirkan maslahat Islam dan ummatnya. Memang agak susah untuk ikhlas di dalam belajar tetapi kita mesti terus berusaha ke arahnya. Kita yang berada dalam sistem sekular yang mementingkan material menyebabkan kita terlupa bahawa ilmu yang dipelajari bukan untuk mendapatkan tempat dan kedudukan serta kerja tetapi adalah untuk menjauhkan kita daripada kejahilan yang mana dengan ini mampu menjadi perisai diri di dalam melawan arus kesesatan dan seterusnya membawa perubahan kepada keislaman. Jadikanlah diri kita sebagaimana padi yang mana semakin semakin berisi semakin tunduk ke bumi kerana rendah diri. Jangan jadi sebagaimana lalang yang tinggi semakin mendongak ke langit kerana sombong. Ingatlah bahawa orang yang benar ikhlas dalam menuntut ilmu sahaja yang mampu memiliki sifat terpuji termasuk merendah diri. Maksud firman Allah dalam ayat 235 surah al-Baqarah :.........Dan ketahuilah bahawa Allah mengetahui apa yang tersemat dalam hatimu maka takutlah kepadaNya dan ketahuilah bahawa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ingatlah bahawa setiap orang akan binasa melainkan orang yang berilmu, setiap orang yang berilmu akan binasa melainkan orang yang beramal dan setiap orang yang beramal akan binasa melainkan orang yang benar-benar ikhlas.

2. TEKUN BERUSAHA DAN TAWAKKAL -
Sentiasa bersungguh-sungguh dalam pembelajaran tanpa menurut keadaan dan masa dengan menghindari perasaan malas dan mudah jemu dengan buku pengajian. Ini dapat diatasi dengan membaca nota atau buku-buku yang kecil dan ringan atau mendengar kaset ceramah agama yang berbahasa Melayu dan sebaiknya berbahasa Arab.Perkara ini mampu melembut hati kita kerana sesiapa yang menjauhi nasihat ataupun tazkirah diri ditakuti Allah akan mengeraskan hatinya sebagaimana firman Allah dalam ayat 5 surah as-Sof yang bermaksud : Dan ingatlah ketika mana nabi Musa berkata kepada kaumnya :"Wahai kaumku! Mengapa kamu menyakitiku sedangkan kamu mengetahui bahawa aku ini adalah utusan Allah kepadamu?". Maka tatkala mereka buat endah tak endah sahaja lalu Allah memalingkan hati mereka dan Allah tidak memberi petunjuk kerpada kaum yang fasik. Ayat ini walaupun menceritakan umat nabi Musa tetapi peringatannya terus kekal hingga sekarang untuk kita sama-sama ambil iktibar dan pengajaran daripadanya. Kita juga hendaklah mewujudkan suasana sekeliling terutama di rumah dengan budaya ilmu bukannya budaya yang dipenuhi dengan cara mewah dan kesenangan serta hiburan yang boleh menghilangkan perasaan semangat untuk menambah ilmu dan pengetahuan.Kita hendaklah mencontohi ulama'-ulama' silam yang mana mereka belajar dalam keadaan susah tetapi tekun yang mana mereka sentiasa berada dalam suasana belajar bukannya mewah dan penuh kesenangan yang menyebabkan hilangnya perasaan bersungguh untuk belajar.Disamping itu kita mestilah bertawakkal kepada Allah agar kejayaan diimpikan akan menjadi milik kita.Tawakkal yang dilakukan mestilah mencukupi syaratnya iaitu berusaha, tekun, yakin, tidak mudah putus asa dan menyerah natijah ataupun keputusan kepada Allah sepenuh hati.


3. MENJAUHI MAKSIAT –
Kita mestilah menghidupkan budaya amar ma’ruf dan nahi munkar dalam diri dan suasana sekeliling mengikut kemampuan yang ada. Sesungguhnya ilmu itu adalah nur yang suci yang mana ia tidak dapat kita perolehi jika diri kita sentiasa disaluti dengan najis-najis dosa. Cubalah sedaya yang mungkin di dalam menghindari kehendak nafsu kita dengan menutup segala jalan menuju ke arahnya.Jangan sekali-kali kita membuka jalan kepada maksiat untuk bertapak di hati kita. Jangan terlalu mengambil mudah dan endah tak endah sahaja terhadap perkara maksiat ini yang mana ia boleh menjerumuskan kita kepada maksiat yang lebih besar lagi. Di zaman sekarang ramai orang memandang maksiat yang kecil seperti maksiat mata, mulut, telinga, tangan(internet ataupun tulisan) serta pergaulan antara lelaki dan perempuan yang halal berkahwin hanya suatu perkara yang biasa dan dirasakan ia bukannnya maksiat dan mereka hanya menganggap hanya dosa besar seperti berzina, mencuri, memukul orang dan lain-lain lagi sahaja sebagai maksiat. Dosa yang kecil jika dibuat berterusan akan menjadi dosa besar.


4. MEMILIH TEMAN YANG SOLEH -
Pilihlah teman yang mampu membawa kita ke arah kebaikan dan cubalah hidupkan budaya nasihat menasihati antara satu sama lain di dalam rumah kita sendiri samada berbentuk rasmi seperti diskusi kitab atau melalui perbincangan yang tidak rasmi setiap hari.Loqman Al-Hakim pernah berpesan kepada anaknya supaya sentiasa bersama orang alim dan soleh serta menghadiri majlis ilmu kerana apabila Allah menurunkan keberkatan kita turut sama memperolehinya. Disamping itu apabila kita sentiasa bersama orang soleh akan menasihati kita ke arah kebaikan serta menegur kita apabila berlakunya kesilapan dan kesalahan. Ini kan mematangkan lagi diri kita disamping menambahkan lagi semangat kita dalam belajar. Ini bukan bermakna kita diminta menjauhi mereka yang tidak soleh sebaliknya kita diminta berdakwah kepada mereka setakat kemampuan yang ada dan jangan pula kita yang terpengaruh dengan cara hidup mereka. Ingatlah firman Allah dalam surah Al-Zukhruf ayat 67 yang bermaksud :Teman-teman yang rapat pada hari itu sebahagiannya menjadi musuh kepada sebahagian yang lain kecuali mereka yang bertaqwa. Rasulullah S.A.W pernah berpesan kepada kita melalui hadis yang diriwayatkan oleh imam Tarmizi dan Abu Daud : Seseorang itu mengikut agama sahabat temannya. Maka hendaklah seseorang itu memerhati siapakah yang dijadikan teman.


5. BANYAKKAN ZIKRULLAH –
Pastikan kita sentiasa solat lima waktu secara berjemaah dan mengamalkan wirid serta doa selepas solat walaupun ringkas kerana ulama’ sufi begitu menitik beratkan perkara wirid ini kerana ia boleh menghidupkan hati yang mati dan ia juga boleh mendatangkan perasaan ingin memusabahkan diri dengan amalan seharian. Tanpa wirid yang ma’thur selepas solat boleh menyebabkan perasaan zikrullah agak berkurangan dan ia boleh mendatangkan perasaan memudahkan segala kewajipan yang telah diperintahkan oleh Rabbul ‘Izzati. Jangan ajar diri kita melengah-lengahkan solat lima waktu kerana ia akhirnya mampu membawa diri kita ke arah mengabaikan solat. Bacalah Al-Quran sekurang-kurangnya sehelai setiap hari kerana ia merupakan ibu segala ubat. Hidupkan amalan-amalan sunat dalam setiap gerak kerja kita seharian kerana hidup yang sentiasa dihiasi dengannya akan sentiasa diberkati dan diredhai oleh Allah dan makhluk-Nya.


6. MENJAGA KEHORMATAN-
Kita wajib menjaga kehormatan diri sendiri dan juga orang lain. Tutup segala ke'aiban diri dan orang lain kerana ia membawa kepada keredhaan Allah dan manusia lain kepada diri kita.Hanya orang yang mana kehidupannya dicucuri dengan keredhaan dan rahmat Allah sahaja yang mampu merasakan kebahagian di dalam kehidupan seharian. Manakala mereka yang jauh daripada rahmat Allah, hidup mereka dipenuhi dengan perkara yang kurang baik dan derita. Jangan sekali-kali menyakiti hati orang lain kerana doa orang yang dizalimi adalah lebih bahaya daripada panah malam.Firman Allah dalam ayat 12 surah Al-Hujurat yang bermaksud : Wahai orang-orang yang beriman! jauhilah kebanyakan perasaan prasangka, sesungguhnya sebahagian daripada prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari kesalahan orang lain dan janganlah pula sebahagian kamu mengumpat sebahagian yang lain. Adakah salah seorang daripada kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati?. Maka sudah tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.


7. DOA DAN KEREDHAAN IBUBAPA-
Kita hendaklah sentiasa menjaga perasaan kedua ibubapa kita dan menghormati mereka dalam perkara yang tidak menyalahi syariat Islam. Sentiasa berhubung dengan mereka dan mengambil berat tentang keadaan keduanya serta mendoakan kebahagian mereka di dunia dan akhirat. Kita juga hendaklah sentiasa meminta agar mereka meredhai kita dan mendoakan kejayaan kita. Ingatlah bahawa keredhaan Allah bergantung kepada keredhaan ibubapa terhadap kita. Firman Allah dalam ayat 23 hingga 24 surah al-Isra' yang bermaksud : Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibubapamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang daripada keduanya ataupun kedua-duanya telah lanjut usia mereka dalam jagaan kamu, maka jangan sekali-kali kamu mengherdik kepada keduanya dengan perkataan "uf" dan janganlah kamu menghertak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucaplah : " Wahai Tuhanku! kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidikku semasa kecil".


8. MENGHORMATI GURU-
Kita juga wajib menghormati guru dan mematuhi segala arahannya selagi mana tidak menyalahi kehendak Islam. Kita mesti patuh kepadanya walaupun fikrah atau pendapat kita berbeza. Kita pernah mendengar bagaimana imam As-Syafi'e walaupun berijtihad bahawa qunut di dalam solat Subuh sunat ab'adh(kena sujud sahwi jika tidak melakukannya) tetapi dia tidak melakukannya apabila mendirikan solat itu berhampiran maqam gurunya imam Malik kerana menghormati gurunya. Bagaimana dengan kita? Sesungguhnya ulama' silam begitu menitik beratkan masalah keberkatan ilmu, sedangkan kita hari ini tidak lagi mengendahkan perkara ini. Ini menyebabkan timbulnya pelbagai masalah terutama keruntuhan akhlak di kalangan remaja.Guru janganlah dianggap sebagai guru di sekolah, universiti atau di tempat pengajian sahaja tetapi kita mestilah menganggap bahawa dia pengajar dan secara langsung sebagai pendidik yang mesti dihormati walaupun di mana berada.Cubalah kita fikir dan renungi bersama tentang dua keadaan berbeza antara pelajar dulu dan sekarang mengenai pandangan dan penghormatan mereka terhadap guru. Tanpa ada keserasian dan kasih sayang yang wujud antara guru dan pelajar tidak memungkinkan berlakunya ketenteraman dalam kehidupan seharian.Oleh itu marilah kita sama-sama membina kembali keutuhan dan mahabbah antara guru dan pelajar agar ia mampu menyinarkan kembali suasana harmoni serta menghindari perkara negatif dalam kehidupan.


9. BERAMAL DENGAN SEGALA ILMU YANG DIPEROLEHI -
Kita mengamalkan segala ilmu yang dipelajari setakat mana yang termampu oleh kita. Ulama' silam sentiasa mengingatkan kita bahawa orang yang berilmu dan tidak beramal dengan ilmunya akan dihumban ke dalam api neraka lebih dahulu daripada penyembah berhala. Jadikanlah ilmu yang dipelajari sebagai benteng daripada terjerumus ke kancah maksiat dan jadikanlah juga ia sebagai senjata di dalam mematahkan serangan musuh Islam serta jadikankanlah ia sebagai ubat yang mujarab di dalam menyembuhkan penyakit jahil dan batil di dalam masyarakat. Jangan jadikan ia sebagai barangan jualan untuk mengejar kekayaan dunia yang sementara. Berapa ramaikah yang telah dihinakan oleh Allah kerana melacurkan ilmu semata-mata untuk mengaut kemewahan dunia.Inilah merupakan antara sebab atau punca yang menyebabkan umat Islam terus mundur.Berapa ramaikah mereka yang belajar tentang al-Quran dan Hadis tetapi mereka dilaknat oleh keduanya kerana tidak merealisasikan segala apa yang dipelajari.Oleh itu kita mestilah beringat dan berhati-hati mengenai perkara ini demi kebahagian kita di dunia yang sementara dan akhirat yang kekal selamanya. Begitu mudah untuk memberi nasihat dan tazkirah tetapi begitu sukar untuk mengota dan merealisasikannya dalam kehidupan. Tanpa usaha yang bersungguh- sungguh, kita tidak mampu melaksanakannya.Samalah kita sama-sama menghayati firman Allah dalam ayat 2 hingga 3 surah as-Sof yang bermaksud :Wahai orang-orang yang beriman! mengapa kamu mengatakan apa yang kamu tidak kotakan? Amat besar kebencian Allah di sisi Allah bahawa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kotakan.